Apa Kabar Mutiaraku

April 2, 2008 at 5:31 am (Islam) ()

Oleh Delina
sumber :eramuslim.com

Abdullah RA mengabarkan bahwa suatu ketika Ummu Habibah, isteri Nabi SAW berdoa, “Ya Allah panjangkanlah usiaku bersama-sama suamiku Rasulullah SAW, serta dengan ayahku Abu Sofyan dan saudaraku Mu’awiyah”. Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “Engkau memohon ajal yang sudah pasti (tak dapat diubah). Memohon jumlah hari yang sudah ditetapkan hitungannya, serta rezeki yang sudah dibagi-bagi yang tak dapat disegerakan sebelum tiba waktunya, dan tak dapat diundur sedikitpun dari waktu yang telah ditetapkan. Seandainya engkau memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari siksa neraka atau siksa kubur, itu lebih baik dan lebih bagus”. (HR Muslim). Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ingin Jantung Sehat Menikahlah yang Harmonis

April 2, 2008 at 5:28 am (Islam) ()

Assalaamu’alaikum wr.wb.
FYI…

Share…

Ingin Jantung Sehat? Menikahlah yang Harmonis!
Senin, 24 Maret 2008
Pernikahan yang harmonis ternyata akan meningkatkan kesehatan. Khususnya
jantung. Demikian hail penelitian ilmuwan Brigham Young University Amerika
Serikat (AS)
Hidayatullah.com—Pernikahan yang harmonis berperan besar dalam menjaga
tekanan darah seseorang. Sementara itu, pernikahan yang tidak harmonis
membuahkan tekanan darah yang lebih tinggi kepada pasangan suami-istri
daripada orang dewasa lajang.
Riset terkini menunjukkan, orang dewasa yang menikah bahagia mempunyai
tekanan darah lebih rendah daripada bujangan, meskipun kaum lajang tersebut
memiliki hubungan pertemanan yang mendukung. Secara langsung ini menunjukkan
bahwa pernikahan adalah masalah kesehatan jantung. Demikian ungkap
Holt-Lunstad, psikolog yang meneliti masalah kesehatan dan hubungan manusia
di Brigham Young University (BYU), AS.
Sebagaimana dilaporkan www.sciencedaily.com 21 Maret 2008, Julianne
Holt-Lunstad, profesor di Brigham Young University (BYU), AS, menemukan
bahwa kaum adam dan hawa yang menikah bahagia memiliki tekanan darah harian
4 angka lebih rendah dibandingkan dewasa lajang. Memiliki sahabat yang
mendukung tidak membuat tekanan darah lebih baik bagi kaum lajang ataupun
mereka yang menikah tapi tidak bahagia. Apa yang diungkap ini merupakan
kejutan bagi profesor Holt-Lunstad dan timnya.
“Terlihat ada manfaat kesehatan dari pernikahan,” kata profesor Holt-Lunstad
“Tidak hanya menikah yang berguna bagi kesehatan –yang sebenarnya paling
melindungi kesehatan adalah pernikahan yang bahagia.”
Tidak heran pula, penelitian tersebut menemukan hal sebaliknya: kalangan
dewasa yang menikah tapi tidak bahagia bertekanan darah lebih tinggi
dibandingkan mereka yang menikah bahagia dan dewasa bujang bahagia.
Peneliti itu melibatkan 204 dewasa menikah dan 99 dewasa bujang. Pada tubuh
mereka dipasang alat perekam tekanan darah selama 24 jam tanpa dilepas. Alat
tersebut merekam tekanan darah secara acak sepanjang hari – bahkan saat
mereka tidur. Sekitar 72 kali alat ini mengambil sampel tekanan darah mereka
yang menjadi obyek penelitian itu.
“Kami ingin merekam tekanan darah peserta ketika mereka tengah melakukan
kegiatan apa pun dalam kehidupan keseharian,” papar Holt-Lunstad.
“Mendapatkan satu atau dua pengukuran di tempat pemeriksaan sebenarnya tidak
mewakili fluktuasi tekanan darah yang terjadi sepanjang hari.”
Seluruh peserta yang diteliti menjawab pertanyaan seputar daftar nama-nama
rekan dalam jaringan persahabatannya, serta pertanyaan mengenai keadaan
hubungan persahabatan itu. Peserta yang sudah menikah melengkapi pula
pertanyaan tentang kondisi hubungan mereka dengan suami atau istrinya.
Dengan alat pencatat tekanan darah yang berfungsi siang dan malam, peneliti
itu dapat mengetahui bahwa tekanan darah dewasa yang sudah menikah –
khususnya yang menikah bahagia – menurun ke tingkat lebih rendah daripada
kaum lajang.
“Penelitian telah memperlihatkan bahwa orang yang tekanan darahnya tetap
tinggi sepanjang malam jauh lebih beresika terkena masalah jantung dan
pembuluh darah dibandingkan orang yang tekanan darahnya menurun,” ujar
Holt-Lunstad.
Holt-Lunstad berujar, pasangan menikah dapat mendorong kebiasaan sehat,
misalnya saling menasehati untuk ke dokter dan mengkonsumsi makanan sehat.
Hubungan pernikahan juga merupakan sumber dukungan emosional di waktu sedih
dan gembira. Berbagi berita baik antara suami dan istri, misalnya,
menimbulkan emosi positif, yang akhirnya mendorong fungsi tubuh.
[cs/BYUnews/www.hidayatullah.com ]

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar