10 Kejahatan di Jakarta dan Tips Menghadapinya
Kalau anda pernah menjadi salah satu korban kejahatan atau ingin
menghindari terjadinya kejahatan, artikel ini mungkin bisa berguna
bagi anda…
Kejahatan sering terjadi bukan karena ada niat dari pelakunya tetapi
karena adanya kesempatan, oleh karena itu waspadalah. Kalimat ini
mungkin sudah sering anda dengar di salah satu televisi swasta, dan
memang benar adanya. Dibulan puasa, kejahatan bukannya berkurang, tapi
tetap ada, oleh karena itu kami menampilkan artikel ini yang kami
kutip dari sebuah situs muslim. Semoga berguna bagi para pembaca…
Top Ten Kejahatan Yang Kerap Terjadi Di Kota Metropolitan Jakarta,
berikut beberapa tips dalam menghadapinya:
Peringkat 10: Penipuan lewat Handphone.
Pernah menerima pesan seperti ini tidak: Selamat, anda telah
memenangkan hadiah dari undian Satelindo yang diundi pada tanggal
11/2/2007, di depan notaris dan pejabat setempat, dalam rangka Ulang
Tahun Satelindo ke 15. Untuk keterangan lebih lanjut, harap hubungi
Pak Razik 0816 xxx xxx sekarang juga. Jika pernah itu artinya anda
termasuk ke dalam mereka yang jadi sasaran untuk dijadikan korban
penipuan lewat HP.
Bukan hanya provider Satelindo saja yang dijadikan kambing hitam oleh
mrreka, tapi juga hampir semua provider yang beredar saat ini. Mulai
dari telkomsel, IM3, Pro-XL, dll. Dan ternyata, bukan hanya provider
saja yang dilibatkan dalam hal ini, tapi para penipu ini juga mengatas
namakan acara-acara kuis di televisi, perayaan ulang tahun di berbagai
supermarket besar, Dirgahayu Perusahaan Publik terkenal, dll. Semuanya
dengan janji untuk memberikan hadiah menarik seperti mobil, motor,
Umrah, Pergi Haji, Apartemen hingga Rumah di Perumahan terkenal.
Saya juga pernah menerima pesan serupa. Penasaran, segera saya hubungi
nomor rujukan yang mereka berikan. Dan berhadapanlah saya dengan Bapak
X dimaksud. Dengan diawali pemberian salam yang sangat santun, beliau
lalu menanyakan nama dan nomor telepon kita dengan keterangan untuk
mengecek saya memperoleh hadiah yang mana dari undian mereka. Kemudian
dengan penuh keakraban beliau akan menanyakan agama yang kita anut.
Setelah mendengar bahwa saya beragama Islam dengan suara yang penuh
nada gembira kembali si bapak ini akan mengucapkan salam dengan lebih
lengkap lalu diikuti dengan pengakuan yang penuh keakraban bahwa si
bapak X adalah seorang Muslim yang sudah beberapa menunaikan ibadah
haji. Kali ini dia ubah suaranya penuh rasa haru bahwa dia tidak bisa
melupakan daya magis dari pengalaman spiritual yang dia peroleh di
Mekah sana. Barulah kemudian dia meyakinkan saya bahwa dia adalah
seorang bapak yang punya dua orang anak dan ingin anaknya kelak
menjadi muslim yang baik di kemudian hari. Lalu, akhirnya
(alhamdulillah) dia masuk ke inti pembicaraan.
(terdengar suara membolak-balik kertas dan tombol keyboard yang
ditekan-tekan) Oh, Ibu Ade, saya ucapkan selamat sekali lagi. Benar
bu. Ibu telah memenangkan hadiah sebuah sepeda motor Yamaha terbaru
seharga Rp 9.750.000 jika ibu melihatnya di dealer-dealer motor
terdekat. Tapi dalam hal ini ibu sama sekali tidak usah mengeluarkan
uang sebanyak itu, karena hadiah ini sudah menjadi milik ibu dalam
rangka Dirgahayu Satelindo. Undian ini sudah dilaksanakan kemarin bu,
itu sebabnya ibu dengar sendiri kan bahwa kantor kami sangat ramai dan
sibuk hari ini.
Hadiah akan diantarkan langsung ke rumah ibu, berikut dengan STNK-nya.
Jadi bisa langsung jreng bu di jalan. Ibu masih suka mengantar anak
ibu sekolah atau belanja? Nah, insya Allah mulai minggu depan, ibu
bisa melakukan semua kegiatan tersebut dengan sepeda motor tersebut.
Tidak ada pungutan biaya apapun bu. Karena ini adalah komitment dari
kamu untuk membahagiakan para pelanggan di hari ulang tahun kami.
Dan mulai bertaburanlah kalimat sumpah atas nama Allah dan sumpah
bahwa sebagai seorang muslim dia masih punya rasa malu untuk
membohongi sesama saudara muslim guna meyakinkan saya bahwa yang dia
lakukan bukanlah penipuan (hal ini dia lakukan bisa jadi karena
sebelumnya saya, dengan polosnya bertanya apakah ini sebuah penipuan
seperti yang sering saya baca di surat kabar).
Barulah setelah itu saya tanyakan apa syaratnya untuk memperoleh
hadiah tersebut. Dia katakan (sekali lagi dengan beraninya mengatas
namakan sumpah demi Allah) bahwa tidak ada pungutan biaya apapun,
hanya saja dia perlu memenuhi persyaratan administrasi, yaitu saya
harus membeli kartu telepon Satelindo yang baru sebanyak 6 lembar,
hapus penutup timahnya dan beritahukan padanya nomor kode rahasia yang
tertera di kartu telepon itu. Jika itu sudah saya lakukan, dia akan
segera mengirimkan motor tersebut ke rumah saya hari itu juga.
Ah. Saya memang senang mengorek keterangan ^_^. Lalu saya katakan
padanya, bahwa saya tidak punya uang sebanyak itu (6 x Rp 109.000),
dan mulailah terjadi perubahan suara pada bapak tersebut. Jika semula
suaranya sangat santun kini mulai terdengar nada tidak sabar (mungkin
dia kesal dengan suara saya yang terdengar begitu bodoh dan lugu).
Ibu pinjam saja ke tetangga ibu. Selama ini hubungan tetangga baik kan
bu, bukankah berbuat baik pada tetangga itu termasuk sebagian dari
iman? Jika kita baik pada mereka tentu mereka juga baik pada kita.
Pinjam saja pada mereka bu.
Tapi saya belum lapor pada suami saya.
Ah, suami ibu pasti senang, lebih baik tidak usah lapor dahulu, biar
jadi surprise saja buat suami ibu. Dia akan bahagia begitu pulang ada
sebuah motor baru di depan pintu jadi dia tidak akan marah dengan
pinjaman beberapa ribu di tetangga ibu. Pinjaman beberapa ratus ribu
itu tidak sebanding dengan motor seharga 9 jutaan lebih itu bu.
Kemudian beberapa ajaran dan bujukan lain terus mengalir hingga
akhirnya barulah saya mengaku bahwa saya tidak sebodoh yang dia kira.
Saya berbalik mengejarnya dengan pertanyaan seputar sumpah atas nama
Allah yang akan membawa kemalangan dan pertanggung-jawaban yang maha
berat baginya. Kemudian dengan tegas saya tanyakan identitas bapak
tersebut dan suara yang semula sabar, santun dan kebapakan itu berubah
menjadi judes, ketus dan sangat tidak ramah.
Ya sudah kalau ibu memang tidak mau menerima rezeki. Bodoh!! Telepon
ditutupnya. Selesai. Saya telepon balik lagi dan kembali menasehati
dia agar menghentikan usahanya menipu orang banyak. Dia langsung
menutup telepon. Dan setelah itu beberapa kali saya telepon balik lagi
ke nomor itu, dia tidak pernah ada lagi di tempat. Sekarang, nomor
telepon itu bahkan tidak pernah lagi diangkat. Entah kemana raibnya.
Alhamdulillah. Semoga Allah sudah memberi orang-orang tersebut hidayah
untuk bertobat. Aamiin.
Peringkat 9: Penipuan di Pom Bensin.
Jakarta itu kota yang sibuk. Semua orang seakan berpacu dengan waktu
dan mendambakan kepraktisan. Hal ini berlaku juga pada perilaku ketika
membeli bensin. Banyak di antara mereka yang enggan untuk turun dari
kendaraan dan sepenuhnya memberi kepercayaan pada petugas pom bensin
untuk mengerjakan akad jual beli tersebut. Cukup beri kunci untuk
membuka tangki lalu sebutkan banyaknya bensin yang ingin dibeli.
Praktis yah? Tapi amankah? Belum tentu.
Ternyata, ada beberapa petugas yang suka bandel dan memanfaatkan
kelengahan para pembeli ini. Belinya Rp 30.000, tapi yang diberi hanya
Rp 28.999 saja. Belinya 30 liter yang diberi hanya 29 liter saja.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Gampang. Karena angka yang berubah di
deretan mesin hitung digital pompa bensin berputar cepat sekali. Jika
kita tidak benar-benar jeli memperhatikannya, maka hal ini bisa
digunakan untuk mengkorupsi beberapa tetes bensin.
Tips mencegahnya: mungkin ada baiknya sedikit meluangkan waktu untuk
memperhatikan pertambahan angka pengeluaran bensin tersebut.
Membiarkan perilaku remeh ini samasekali bukan perilaku bersedekah
bagi pom bensin itu, tapi sebaliknya kita ikut membudayakan korupsi
kecil-kecilan bagi orang lain yang memang sedang mencari peluang untuk
mencari keuntungan pribadi.
Peringkat 8: Pencurian Handphone.
Mungkin setelah perhiasan emas, maka barang lain yang mungil, mudah
dibawa kemana saja dan yang paling utama Harganya relatif tetap
lumayan tinggi adalah handphone. Banyak orang yang mulai berpikir
untuk berinvestasi lewat handphone. Kalau tidak ada uang, jual saja
handphonenya. Cepat laku dan harganya tidak terlalu jatuh. Tapi
kelebihan dari handphone inilah yang membuat barang mungil ini menjadi
barang yang diincar oleh banyak pencuri. Tinggal ambil, lalu buang
chip nomor HP-nya, jual deh.
Tips: Hati-hati saja. Mungkin lebih baik jika di kendaraan umum,
handphonenya dimatikan saja, agar tidak terlalu menjadi perhatian
orang jika tit-tut-tit berdering, entah karena ada panggilan atau
karena ber-sms ria. Rasanya, lebih aman jika HP
digantungkan/dikalungkan di leher dan dimasukkan ke dalam kantung atau
kerah blues/kemeja. Bagi mereka yang berjilbab, peletakan model
gantung ini bisa lebih aman karena HP otomatis tertutup oleh
keberadaan jilbab. Biasanya, pencuri HP rada sungkan untuk merogoh ke
bagian depan tubuh kita. Kecuali kalau si pencuri memang sudah
benar-benar nekad. ^_^
Peringkat 7: Penculikan Anak Kecil.
Kasus-kasus penculikan anak-anak kecil benar-benar marak di kota
Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Dan dari modus operandi yang
diperoleh, ternyata pelakunya adalah orang-orang yang berada dekat
dengan si anak atau dikenal oleh si anak tersebut. Entah itu
tetangganya, atau pembantu rumah tangga, atau teman kakak, atau
kenalan temannya sendiri. Karena yang diincar adalah anak-anak di
bawah usia 10 tahun, maka cara yang dipakai adalah dengan menawarkan
sesuatu yang digemari oleh si anak tersebut.
Ada yang ditawari akan diberi mainan CD Play Stasiun, atau makanan
yang enak seperti permen, ice cream, dan sebagainya. Bisa juga melalui
permainan yang umum dilakukan oleh si anak. Ada kasus dimana anak
diajak main petak umpet untuk mengagetkan ibu yang sebentar lagi akan
pulang kantor. Agar tidak ketahuan, si anak diminta untuk bersembunyi
di dalam kardus. Kardus ditutup, diisolasi dan diangkut. Si anak yang
masih merasa sedang bermain diam saja di dalam kardur, bahkan karena
menunggu mereka sampai tertidur di dalam kardus itu. Bangun-bangun
mereka sudah berada di tempat lain.
Pada korban penculikan yang pernah terjadi, yaitu penculikan yang
dilakukan oleh Tomi Buntung, si anak diminta oleh Jefri (anak kandung
Tomi), untuk mengantarkannya ke warung untuk membeli rokok. Dengan
alasan agar tidak kelelahan, si anak ditawari untuk menumpang mobil
yang dikendarai oleh Jefry. Setelah si anak masuk mobil, si anak pun
dilarikan pergi. Dua hari kemudian si orang tua baru mendapat kabar
agar menyediakan tebusan.
Tips mencegah: ajarkan anak untuk tidak mudah percaya pada orang lain
di luar anggota keluarganya, jika mereka diajak bepergian oleh
orang-orang lain tersebut. Ajarkan anak bahwa jika mereka diajak pergi
oleh orang lain (termasuk pembantu rumah tangga), jangan pergi seorang
diri tapi ajak anggota keluarga lain. Selain itu, minta anak untuk
menghapal nama orang tuanya, alamat rumah dan nomor telepon yang bisa
mereka hubungi jika terjadi sesuatu. Tapi lebih dari itu, jangan lepas
anak tanpa pengawasan sama sekali di pekarangan rumah, terutama bagi
anak yang berusia di bawah 7 tahun.
Peringkat 6: Hipnotis.
Pada awalnya, ilmu hipnotis ini dipelajari dengan tujuan yang sangat
baik. Yaitu untuk membangkitkan motivasi dalam diri seseorang agar
melakukan sesuatu dengan kemampuan maksimalnya. Atau bisa juga
digunakan untuk mengungkap masa lalu yang buruk agar bisa dicarikan
solusi pemecahannya sehingga si penderita trauma bisa memulai hidup
baru dengan gairah baru. Itu sebabnya hipnotis diajarkan pada
masyarakat luas yang ingin menggunakannya untuk tujuan baik.
Sayangnya, dalam perkembangannya ternyata hipnotis ini digunakan oleh
oknum-oknum tertentu justru untuk mengeruk keuntungan pribadi. Mereka
menghipnotis orang lain agar dengan suka rela menyerahkan harta benda
yang dimilikinya. Ada kasus dimana seorang wanita diminta untuk
berjalan ke ATM terdekat dan mengambil semua uang tabungan yang mereka
miliki di ATM tersebut. Ada juga yang diminta untuk menyerahkan semua
perhiasan yang dipakainya saat itu dan seluruh uang yang dibawanya.
Bahkan ada juga yang diminta untuk pulang ke rumah dan mengambil serta
menyerahkan semua harta perhiasan dan uang yang dia miliki. Modus
operandinya yaitu dengan cara menepuk pundak atau punggung mereka yang
ingin dihipnotis.
Tips mencegahnya: Jangan pernah langsung menatap mata mereka yang
tiba-tiba menyentuh atau menepuk punggung atau pundak kalian.!
Mengapa? Karena hipnotis hanya bisa terjadi jika ada kontak mata.
Ada sebuah pengamatan yang menyatakan bahwa hipnotis ternyata tidak
mempan pada dua karakter sifat manusia. Siapakah karakter manusia yang
beruntung tersebut?
Pertama, mereka adalah orang yang selalu ceria dan riang gembira dalam
menghadapi berbagai situasi. Diduga hal ini terjadi karena mereka yang
selalu ceria dan riang gembira ini tidak pernah menganggap serius
berbagai episode kejadian yang mereka hadapi. Dengan ketidakseriusan
ini, mereka jadi sulit untuk dihipnotis (mungkin lebih tepatnya sulit
untuk diajak berkonsentrasi. Bukankah hipnotis langkah pertamanya
adalah mengajak mereka untuk berkonsentrasi pada satu fokus tertentu?).
Kedua, mereka adalah orang yang selalu bersyukur. Orang yang selalu
bersyukur biasanya tidak punya ambisi untuk memperoleh sesuatu pun
tidak punya kendala atas sesuatu yang mereka alami dalam berbagai
episode hidup. Mereka selalu berpikir positip akan segala sesuatunya,
mereka juga dipenuhi semangat untuk meraih akhirat. Atas sebuah
kehilangan mereka tetap mampu bersabar dan bersyukur dan ketika
menerima kebaikan mereka semakin bersyukur. Entah mengapa karakter ini
sangat sulit untuk dihipnotis. Tapi saya pribadi (Ade Anita), yakin
bahwa inilah bukti dari janji Allah, bahwa Jika kamu bersyukur, maka
akan Aku tambah nikmat-Ku. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.
Peringkat 5: Pelecehan dan Pemerkosaan Terhadap Wanita.
Pada sebuah pengamatan yang diperoleh dari keterangan para pelaku
tindakan pelecehan dan pemerkosaan terhadap wanita tersebut diperoleh
beberapa keterangan tentang tipe-tipe wanita yang biasa dijadikan
sasaran penjahat. Yaitu:
a. Model Rambut. Dari pengakuan para pemerkosa ternyata mereka umumnya
tertarik pada wanita dengan model rambut panjang. Kenapa? Karena
dengan model rambut panjang tersebut, dengan mudah si pemerkosa bisa
menarik rambut wanita tersebut lalu menyeretnya pergi untuk diperkosa.
Juga model rambut yang dikepang panjang. Atau model jilbab lebar atau
jilbab gaul dengan model kepang belakang.
Tips Pencegahan: hindari model rambut atau jilbab yang memudahkan
orang untuk merenggut sekaligus menyeret tubuh kalian.
b. Pakaian. Makin kompleks model pakaian yang dikenakan oleh seorang
wanita, ternyata semakin membuat para perencana pemerkosa tidak
berminat untuk menjalankan aksinya. Artinya, mereka yang menjadi
korban pemerkosaan ternyata adalah para wanita yang berpakaian serba
simpel dan praktis. Seperti mereka yang mengenakan sackdress (baju
terusan simpel), rok pendek model berbagai macam model, rok panjang
yang model lebar, daster, pakaian atau kain dengan model kemben, dan
bahkan gamis/abaya tanpa daleman bagi wanita muslimah.
Tips Pencegahan: Untuk para penggemar gaun model gamis atau abaya atau
rok terusan, selalu kenakan celana panjang atau celana pendek selutut
di dalam gaun kalian. Sedangkan untuk para penggemar gaun model
simpel, hmm.. mungkin ini saatnya untuk merubah penampilan kalian agar
para pemerkosa sungkan untuk berpikiran jahat pada kalian.
c. Sikap. Para pemerkosa selalu mengincar para wanita yang terlihat
lengah. Seperti mereka yang sedang berjalan sambil ber-sms ria, mereka
yang berjalan sambil melamun, atau mereka yang sedang duduk-duduk
seorang diri dengan sikap tubuh yang sama sekali tidak waspada.
Tips Pencegahan: Waspada saja deh. Kalau perlu, selalu siapkan
semprotan yang bisa memerihkan mata di dalam tas atau tempat yang
mudah diraih. Dan satu lagi, jangan menunggu di tempat terpencil dan
sepi jika kamu sedang menunggu seseorang atau sesuatu.
Peringkat 4: Kejahatan Kapak Merah.
Kelompok kapak merah rasanya adalah kelompok penjahat yang sulit untuk
ditaklukkan. Meski sudah beberapa kali beberapa orang ditangkap, tapi
gerombolan kelompok kapak merah ini selalu ada regenerasinya. Kelompok
penjahat ini adalah beberapa penjahat (biasanya 4 – 6 orang) yang
dengan menggunakan kapak memecahkan kaca mobil di keramaian lalu
lintas Jakarta yang padat dan sedikit macet (kecuali hari Raya
mungkin, karena hanya pada hari raya lalu lintas Jakarta sepi lengang)
untuk merampok pengemudi atau pemilik kendaraan. Seperti merampas
handphone, perhiasan emas (jam, kalung, cincin atau gelang), atau
dompet/tas. Terkadang, bukan Cuma itu, tapi mereka juga mengambil kaca
spion mobil-mobil sedan bahkan pada mobil mewah mereka juga mengambil
(dengan santainya!!!) perhiasan mobil seperti logo Merci di kap depan
mobil, atau logo macan terbang di mobil Jaguar, atau bahkan mengutil
lampu kabut yang bertengger di depan mobil. Biasanya, para pengemudi
dan pemilik mobil bahkan juga pemilik mobil di sebelah kiri kanan
mobil korban tidak dapat berbuat apa-apa karena melihat keberadaan
kapak di tangan penjahat tersebut.
Tips Pencegahan: Jangan menghitung uang di dalam dompet atau amplop
gaji ketika lampu sedang berwarna merah atau ketika lalu lintas padat;
Jangan asyik bertelepon ria dengan handphone ketika lampu sedang
berwarna merah (terutama di daerah sekitar Grogol, Slipi dan pertigaan
UKI serta perempatan Pramuka) atau lalu lintas padat; Jangan
meletakkan tas tangan atau dompet di tempat yang mengundang orang
untuk mengambilnya (seperti di sebelah bangku supir yang kosong atau
di atas dashboard mobil). Segera hubungi polisi jika kalian menjadi
korban (ingat-ingat kemana arah para penjahat lari dan bagamana rupa
mereka).
Peringkat 3: Sekali lagi: PENCULIKAN ANAK KECIL.
Pada peringkat sebelumnya (7), kasus penculikan anak-anak terjadi di
sekitar tempat tinggal mereka dan biasanya dilakukan oleh orang-orang
yang mereka kenal. Pada peringkat ketiga ini, penculikan anak-anak
dilakukan oleh orang yang benar-benar asing di tempat yang juga asing
bagi anak-anak tersebut. Yaitu di supermarket.
Anak-anak yang diculik ini adalah anak-anak BATITA (bawah tiga tahun)
yang ditaruh oleh orang tua mereka di kereta dorong belanjaan (troly
belanjaan). Para penjahat memanfaatkan para ibu yang biasanya jika
sudah berbelanja sering keasyikan dan anak-anak mereka yang didudukkan
di atas troly tidak begitu diawasi. Ketika itulah para penjahat meraih
anak-anak tersebut dan melarikannya keluar dari supermarket. Padatnya
pengunjung supermarket dan paniknya ibu memberi waktu untuk penjahat
melarikan diri. Mengapa mereka mengincar anak BATITA? Bukan untuk
meminta tebusan seperti kasus penculikan di peringkat ke 7, tapi
anak-anak tersebut kelak akan dijual belikan!!!
Tips Pencegahan: jangan pernah meninggalkan anak-anak tanpa
pengawasan, walau pun untuk waktu yang sangat sebentar.
Peringkat 2: Kejahatan Di Dalam Taksi
Kasus perampokan atau pembunuhan atau perampasan di dalam taksi tetap
merupakan kejahatan yang sering terjadi di Jakarta. Entah itu
dilakukan langsung oleh supir taksinya, atau supir yang kemudian
mengajak temannya yang sudah menunggu di pinggir jalan atau supir
dengan teman yang sedang menunggu di bagasi belakang taksi. Tapi
kejahatan di dalam Taksi ini, bukan monopoli mengambil korban para
penumpang saja, terkadang bisa sebaliknya juga, yaitu penumpang yang
menjadi penjahatnya.
Tips Pencegahan: Jika naik taksi seorang diri, lebih baik duduk di
kursi belakang di sebelah yang berseberangan dengan supir taksi.
Selalu perhatikan apakah photo yang tertera di kartu identitas
pengemudi sesuai dengan wajah si pengemudi saat itu. Perhatikan juga
nomor pintu dan nomor identitas pengemudi serta jam taksi itu
digunakan (selain melihat nama si pengemudi). Untuk lebih amannya,
jika wanita ingin pergi seorang diri lebih baik kalian memesan taksi
dari tempat asal.
PERINGKAT PERTAMA: KEJAHATAN KARENA KETIDAK DISIPLINAN YANG MERUGIKAN
ORANG LAIN
Ada sebuah kisah. DI sebuah perempatan, lampu merah menyala. Tapi
sebuah motor sama sekali tidak menghentikan kendaraannya dan terus
melaju. Hingga BRAK!! Seorang pengendara motor lain dari arah
berlawanan tertabrak. Polisi datang, menangkap si penabrak yang
bersiap untuk kabur.
Mengapa saudara menerobos lampu merah? Tidak lihat lampu merah menyala?
Lihat pak.
Lalu kenapa saudara terus menerobos?
Karena saya tidak tahu ada polisi di sini. Inilah perilaku tidak
disiplin. Disiplin yang berkembang di masyarakat selama ini adalah
disiplin yang dipaksakan. Yaitu disiplin karena adanya petugas dan
peraturan. Bukan disiplin karena kesdaran dalam diri. Perilaku ketidak
disiplinan ini melahirkan sikap tidak dapat menjaga amanah dan tidak
dapat menghargai keberadaan orang lain. Dan inilah yang membawa
bencana bagi orang lain selain bagi dirinya sendiri.
Perilaku kejahatan di peringkat pertama ini, sebenarnya tidak
diniatkan oleh pelaku untuk berbuat jahat. Hanya saja, karena sikap
ketidak disiplinan yang dilakukannya ternyata mampu membuat orang lain
yang tidak bersalah apa-apa ikut menjadi korban.
Ketidak disiplinan lain yang terjadi dan merugikan orang lain seperti
kejadian baru-baru ini dimana ada seorang penumpang kereta listrik
yang menarik handle rem darurat di gerbong sehingga menyebabkan dua
kereta listrik di jalur Jakarta Bogor bertabrakan. Rute/jadwal kereta
listrik di jalur tersebut terganggu selama beberapa hari guna evakuasi
dan beberapa orang mengalami luka-luka.
Contoh lain adalah ketidak disiplinan supir mikrolet yang menyerahkan
kernetnya (biasa disebut supir cabutan) untuk mengemudi satu atau dua
balikan sementara si supir istirahat di tempat minum kopi. Tentu saja
supir cabutan ini biasanya tidak memiliki ketrampilan mengemudi yang
memadai sehingga tak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas (kasus
tragedi tabrakan bus yang mengangkut pelajar dan mobil trailer di
Situbondo adalah contoh perilaku ketidak disiplinan yang memakan
korban terbesar baru-baru ini. Mobil trailer ini dikemudikan oleh
kernet karena si supir sedang istirahat tidur di jok belakang).
Contoh lainnya lagi adalah perilaku menerobos lampu merah atau
menerobos pintu palang kereta listrik. Atau petugas yang tidak berada
di tempat ketika kereta listrik ingin lewat sehingga pintu palang
kereta listrik tidak berfungsi.
Contoh lain adalah perilaku penumpang kereta listrik yang tidak ingin
membayar karcis kereta dan lebih memilih untuk duduk di atas atap
kereta. Akibatnya, bukan hanya si penumpang tidak disiplin ini yang
tertimpa musibah kesetrum tapi para penumpang di gerbong di bawahnya
juga terperangkap di dalam gerbong yang berasap karena adanya
korsleting listrik di atap. Belum lagi kepanikan para penumpang yang
bisa membawa korban terinjak penumpang lain.
Contoh lain adalah perilaku membuang sampah di tempat yang bukan
semestinya. Sehingga sampah menutupi saluran air, ketika musim hujan
tiba, banjir melanda. Dan ketika musim hujan berganti menjadi musim
kemarau, penyakit demam berdarah dan diare meraja lela. Contoh lain
adalah kebut-kebutan di jalan raya sehingga menimbulkan kecelakaan
lalu lintas.
Contoh lain adalah supir Kopaja atau mikrolet yang meminum minuman
keras sebelum mereka mengemudikan kendaraan serta perilaku para supir
kendaraan umum ini yang sering tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas.




Tabitha berkata,
Januari 17, 2009 pada 7:49 pm
Hi. Therefore search and see if there is not some place where you may invest your humanity.
I am from China and bad know English, tell me whether I wrote the following sentence: “Lose, weight,fast,the,esa,way!,Medicine,medical news today,latest medical news,medical.”
Thanks 8). Tabitha.