Perkakas ‹ Tutorial Mikrokontroller I PLC I Delphi I Trik Service HP — WordPress

Januari 23, 2010 at 6:43 pm (1)

Perkakas ‹ Tutorial Mikrokontroller I PLC I Delphi I Trik Service HP — WordPress.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hikmah Sholat Tahajjud

April 3, 2008 at 11:18 am (Islam) ()

Ditengah kehidupan yang kian sulit masyarakat dewasa ini akan mudah terhinggapi oleh penyakit kejiwaan seperti anexiety (kecemasan), phobia, insomnia, depresi yang berujung pada mental disorder berat. Maka ada jenis pengobatan, pertama dengan melakukan pengobatan konvensional misalnya diberi obat anti cemas dan yang kedua terapi kejiwaan religius (misalnya sholat tahajjud, dzikir dan membaca qur’an).

Berdasarkan penelitian (Hawari, 2004) telah dilakukan studi terhadap 62 orang, orang yang mendapatkan terapi kejiwaan sholat tahajjud lebih cepat proses penyembuhannya daripada yang menggunakan obat anti cemas.
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Faktor Kehancuran Sebuah Keluarga

April 3, 2008 at 11:14 am (Islam) ()

Di dalam rumah tangga selalu memiliki rintangan dan penyebab kehancuran, dalam pandangan Psikofitrah ada 7 penyebab kehancuran keluarga. Kehancuran keluarga ditengah masyarakat berarti juga kehancuran satu bangsa sebab keluarga adalah cermin dari satu bangsa.

1. Akidah yang keliru atau sesat, misalnya mempercayai kekuatan dukun, magic dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan sebangsanya bukan saja membuat langkah hidup tidak rationil, tetapi juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal.
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Nyalakan Cahaya Hidupmu

April 3, 2008 at 11:12 am (Islam) ()

Ketika anda hidup dalam kegelapan itu pertanda anda diminta menyalakan cahaya di dalam diri anda. Semakin gelap jalan yang anda telusuri dalam hidup ini semakin terang cahaya yang ada pada diri anda sehingga orang-orang disekeliling anda yang hidup dalam kegelapan juga merasakan terangnya cahaya itu.

Bila ada ungkapan “Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Penciptamu” itu berarti anda diminta mengenali yang mana diri anda yang sejati sebab dengan mengenali diri yang sejati, anda juga mengenali, diri anda yang palsu. Hanya diri anda yang sejatilah yang akan mengetahui dimana letak sumber cahaya yang akan menerangi jalan hidup yang penuh kegelapan.

Bagi orang-orang yang lemah, hidup dalam kegelapan adalah beban. berbeda bagi mereka, orang-orang yang kuat dan pemberani itu pertanda meningkatnya kualitas hidup yang ada pada dirinya. Sebab dengan kehidupan yang penuh kegelapan sudah tiba bagi dirinya untuk menyalakan cahaya agar menerangi jalan hidup umat manusia.

Kini sudah saatnya bagi anda menyalakan cahaya di dalam diri anda. Tunggu apa lagi? Nyalakan cahaya itu sekarang juga! Cepaat!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Cinta Kepada Allah, Cinta Kepada Rasul

April 3, 2008 at 11:09 am (Islam) ()

Di sini tak ada penyesalan
Yang ada hanyalah cinta
Kepada Allah dan
Kepada Rasulullah SAW
Disamping mengetahui haknya
Sebagai hamba
Dan haknya
Terhadap sesama.

Kalimat hikmat tersebut tertulis dalam sebuah sudut tembok tua di Pesantren Pesulukan Thariqat Agung Tulung Agung. Para santri, para tamu dan mereka yang sedang melakukan suluk Thoriqoh senantiasa membaca kalimat ini. Kalimat yang sepintas aneh namun memiliki sentakan hati yang menusuk kegelapan dunia, sekaligus membangunkan kelelapan hamba. Kalimat sederhana, tetapi merupakan simpul dari seluruh perjalanan Mi’raj Kaum Sufi di seluruh dunia, pengetahuan sekaligus hikmah terdalam, dan akhir sebuah perjalanan. Mencintai Allah dan mencintai Rasul SAW-Nya, mengetahui haknya sebagai hamba dan haknya terhadap sesama hamba.
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Apa Kabar Mutiaraku

April 2, 2008 at 5:31 am (Islam) ()

Oleh Delina
sumber :eramuslim.com

Abdullah RA mengabarkan bahwa suatu ketika Ummu Habibah, isteri Nabi SAW berdoa, “Ya Allah panjangkanlah usiaku bersama-sama suamiku Rasulullah SAW, serta dengan ayahku Abu Sofyan dan saudaraku Mu’awiyah”. Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “Engkau memohon ajal yang sudah pasti (tak dapat diubah). Memohon jumlah hari yang sudah ditetapkan hitungannya, serta rezeki yang sudah dibagi-bagi yang tak dapat disegerakan sebelum tiba waktunya, dan tak dapat diundur sedikitpun dari waktu yang telah ditetapkan. Seandainya engkau memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari siksa neraka atau siksa kubur, itu lebih baik dan lebih bagus”. (HR Muslim). Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ingin Jantung Sehat Menikahlah yang Harmonis

April 2, 2008 at 5:28 am (Islam) ()

Assalaamu’alaikum wr.wb.
FYI…

Share…

Ingin Jantung Sehat? Menikahlah yang Harmonis!
Senin, 24 Maret 2008
Pernikahan yang harmonis ternyata akan meningkatkan kesehatan. Khususnya
jantung. Demikian hail penelitian ilmuwan Brigham Young University Amerika
Serikat (AS)
Hidayatullah.com—Pernikahan yang harmonis berperan besar dalam menjaga
tekanan darah seseorang. Sementara itu, pernikahan yang tidak harmonis
membuahkan tekanan darah yang lebih tinggi kepada pasangan suami-istri
daripada orang dewasa lajang.
Riset terkini menunjukkan, orang dewasa yang menikah bahagia mempunyai
tekanan darah lebih rendah daripada bujangan, meskipun kaum lajang tersebut
memiliki hubungan pertemanan yang mendukung. Secara langsung ini menunjukkan
bahwa pernikahan adalah masalah kesehatan jantung. Demikian ungkap
Holt-Lunstad, psikolog yang meneliti masalah kesehatan dan hubungan manusia
di Brigham Young University (BYU), AS.
Sebagaimana dilaporkan www.sciencedaily.com 21 Maret 2008, Julianne
Holt-Lunstad, profesor di Brigham Young University (BYU), AS, menemukan
bahwa kaum adam dan hawa yang menikah bahagia memiliki tekanan darah harian
4 angka lebih rendah dibandingkan dewasa lajang. Memiliki sahabat yang
mendukung tidak membuat tekanan darah lebih baik bagi kaum lajang ataupun
mereka yang menikah tapi tidak bahagia. Apa yang diungkap ini merupakan
kejutan bagi profesor Holt-Lunstad dan timnya.
“Terlihat ada manfaat kesehatan dari pernikahan,” kata profesor Holt-Lunstad
“Tidak hanya menikah yang berguna bagi kesehatan –yang sebenarnya paling
melindungi kesehatan adalah pernikahan yang bahagia.”
Tidak heran pula, penelitian tersebut menemukan hal sebaliknya: kalangan
dewasa yang menikah tapi tidak bahagia bertekanan darah lebih tinggi
dibandingkan mereka yang menikah bahagia dan dewasa bujang bahagia.
Peneliti itu melibatkan 204 dewasa menikah dan 99 dewasa bujang. Pada tubuh
mereka dipasang alat perekam tekanan darah selama 24 jam tanpa dilepas. Alat
tersebut merekam tekanan darah secara acak sepanjang hari – bahkan saat
mereka tidur. Sekitar 72 kali alat ini mengambil sampel tekanan darah mereka
yang menjadi obyek penelitian itu.
“Kami ingin merekam tekanan darah peserta ketika mereka tengah melakukan
kegiatan apa pun dalam kehidupan keseharian,” papar Holt-Lunstad.
“Mendapatkan satu atau dua pengukuran di tempat pemeriksaan sebenarnya tidak
mewakili fluktuasi tekanan darah yang terjadi sepanjang hari.”
Seluruh peserta yang diteliti menjawab pertanyaan seputar daftar nama-nama
rekan dalam jaringan persahabatannya, serta pertanyaan mengenai keadaan
hubungan persahabatan itu. Peserta yang sudah menikah melengkapi pula
pertanyaan tentang kondisi hubungan mereka dengan suami atau istrinya.
Dengan alat pencatat tekanan darah yang berfungsi siang dan malam, peneliti
itu dapat mengetahui bahwa tekanan darah dewasa yang sudah menikah –
khususnya yang menikah bahagia – menurun ke tingkat lebih rendah daripada
kaum lajang.
“Penelitian telah memperlihatkan bahwa orang yang tekanan darahnya tetap
tinggi sepanjang malam jauh lebih beresika terkena masalah jantung dan
pembuluh darah dibandingkan orang yang tekanan darahnya menurun,” ujar
Holt-Lunstad.
Holt-Lunstad berujar, pasangan menikah dapat mendorong kebiasaan sehat,
misalnya saling menasehati untuk ke dokter dan mengkonsumsi makanan sehat.
Hubungan pernikahan juga merupakan sumber dukungan emosional di waktu sedih
dan gembira. Berbagi berita baik antara suami dan istri, misalnya,
menimbulkan emosi positif, yang akhirnya mendorong fungsi tubuh.
[cs/BYUnews/www.hidayatullah.com ]

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Rizki Keluarga

Maret 31, 2008 at 2:13 am (Islam) ()

Setiap pagi istri saya selalu berkenan menyiapkan sarapan saya dan
Hana, biasanya segelas susu sambil disuapin Hana bisa habis makan satu
piring. Syukur alhamdulillah, biarpun tiap bulan terkadang gaji yang
diterima oleh istri cuman tinggal separoh tetap saja istri saya masih
bisa senyum-senyum dengan menerima rizki tulus ikhlas sebab dirumah
selain untuk kebutuhan kami juga memiliki tanggung jawab untuk
anak-anak pengajian dirumah dan juga anak-anak yang perlu kami bantu
setiap bulannya. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sepuluh Rahasia Menjadi Orang yang Selalu Beruntung

Maret 31, 2008 at 2:11 am (Islam) ()

Ada 10 “rahasia” yang diungkap dengan jelas dan gamblang di dalam buku
berjudul Becoming A Magnet of Luck (BeaMaL) ini:

1. Bangun dan perbesarlah jejaring anda. Bangunlah network. Jalinlah
silaturahmi dengan siapa saja. Di TDA saya selalu mengatakan bahwa
silaturahmi membawa rezeki. Kurang lebih seperti itulah maknanya.
Orang-orang yang sukses adalah mereka yang banyak teman dan gemar
bersilaturahmi.

Di buku ini dijelaskan secara detil apa manfaat dari jejaring itu.
Bagaimana membangun jejaring. Plus bagaimana memanfaatkan teknologi
guna membangun jejaring.
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Catatan Seorang Suami

Maret 31, 2008 at 2:08 am (Islam) ()

Oleh M. Eko Awan Sabila
sumber:eramuslim.com

Menjadi suami? Hal yang dahulu begitu kuimpikan. Entahlah rasa apa yang sedang menggelegak dalam jiwa. Namun kerinduan untuk segera bertemu dengan pasangan jiwaku seolah sudah melebihi kadar kemampuan seorang lajang untuk bertahan. Dan kini aku hadir sebagai seorang suami, impian yang mewujud, ya aku kini bersanding dengan seorang bidadari.
Kemudian kini hidupku sedang penuh diliputi kejutan-kejutan. Kehidupan yang semula kupahami (seolah) sebagai kebebasan tanpa batas, kini harus benar-benar menyadari, ada hati yang harus dijaga, ada benih cinta yang harus senantiasa disemai, dipupuk dan dijaga pertumbuhannya di ladang jiwa. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.